Ce Hun Tiau menjadi salah satu minuman tradisional yang sudah menjadi ikon lokal di kota balikpapan sampai saat ini.

Balikpapan, kota yang dikenal sebagai pusat bisnis dan energi di Kalimantan Barat, ternyata menyimpan warisan kuliner yang tak kalah menarik dari pesona kotanya. Minuman ini bukan hanya sekadar pelepas dahaga, tetapi juga membawa cerita budaya dan sejarah komunitas Tionghoa di Balikpapan. Disini Produk Makanan Dan Minuman, akan kita telusuri lebih dalam tentang Ce Hun Tiau dan mengapa minuman ini begitu spesial.
Asal-Usul Ce Hun Tiau
Ce Hun Tiau pertama kali muncul di Balikpapan pada era awal kedatangan komunitas Tionghoa di kota ini. Minuman ini awalnya dibuat sebagai sajian sederhana di rumah-rumah warga Tionghoa, menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah didapatkan. Kombinasi antara resep turun-temurun dan inovasi bahan membuat Ce Hun Tiau memiliki rasa yang khas dan berbeda dari minuman tradisional lain di Kalimantan.
Nama Ce Hun Tiau sendiri berasal dari bahasa Hokkien yang berarti mi halus, meskipun dalam konteks minuman, istilah ini merujuk pada tekstur lembut bahan utama yang digunakan. Seiring waktu, minuman ini menjadi populer di kalangan masyarakat Balikpapan dari berbagai latar belakang, sehingga kini mudah ditemukan di pasar tradisional maupun kafe modern.
Bahan Dan Cara Pembuatan
Bahan utama Ce Hun Tiau biasanya berupa campuran santan, gula aren, dan jelly lembut yang menyerupai mie tipis atau agar-agar halus. Selain itu, ada juga tambahan biji-bijian atau buah yang membuat teksturnya unik. Proses pembuatannya sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian agar rasa manis dan gurih berpadu sempurna.
Pertama, santan dimasak dengan gula aren hingga larut dan tercampur rata. Selanjutnya, jelly atau bahan berbasis tepung dimasak secara terpisah sebelum dicampur ke dalam santan manis. Minuman ini disajikan dingin dengan es batu atau dalam kondisi hangat tergantung selera. Kesederhanaan bahan inilah yang membuat terasa menyegarkan sekaligus kaya rasa.
Baca Juga: Serabi Kue Tradisional yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu
Keunikan Rasa Dan Tekstur

Keistimewaan Ce Hun Tiau terletak pada kombinasi rasa manis santan dan aroma khas gula aren yang lembut di lidah. Tekstur jelly atau “mi” lembut yang menyatu dengan cairan santan menciptakan sensasi unik saat diminum, berbeda dari minuman lain yang biasanya hanya cair atau berair. Setiap tegukan menghadirkan sensasi manis-gurih yang pas, membuatnya cocok untuk dinikmati kapan saja.
Selain itu, beberapa versi modern menambahkan topping seperti cincau, kolang-kaling, atau kacang merah, menambah variasi rasa dan tekstur. Inovasi ini membuat Ce Hun Tiau tetap relevan di kalangan generasi muda tanpa kehilangan ciri khas tradisionalnya. Minuman ini menjadi contoh sempurna bagaimana resep lama bisa bertahan dan beradaptasi di era modern.
Peran Dalam Budaya Lokal
Ce Hun Tiau bukan hanya minuman, tetapi juga simbol kekayaan budaya Balikpapan. Minuman ini sering disajikan pada acara keluarga, perayaan Imlek, atau festival kuliner lokal. Kehadirannya menjadi pengingat sejarah panjang komunitas Tionghoa dan interaksi budaya di kota ini.
Selain itu, penjual di pasar tradisional atau kedai kecil turut menjaga warisan kuliner ini tetap hidup. Banyak generasi muda yang belajar membuat minuman ini dari orang tua mereka, memastikan resep turun-temurun tetap lestari. Minuman ini menjadi salah satu jembatan budaya yang menghubungkan masa lalu dan masa kini Balikpapan.
Tempat Terbaik Menikmati Ce Hun Tiau
Di Balikpapan, Ce Hun Tiau bisa ditemukan di berbagai sudut kota, mulai dari pasar tradisional hingga kafe modern. Pasar Inpres dan kawasan Jalan Jenderal Sudirman dikenal sebagai spot favorit untuk mencicipi versi klasiknya. Selain itu, beberapa kedai kopi kini menawarkan Ce Hun Tiau dengan sentuhan kreatif, seperti tambahan es krim atau sirup rasa buah.
Bagi wisatawan, mencicipi Ce Hun Tiau adalah pengalaman kuliner yang tak boleh dilewatkan. Tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memberikan wawasan tentang sejarah dan budaya lokal. Minuman sederhana ini, dengan segala kelezatannya, berhasil menghadirkan cita rasa tradisi yang tetap relevan hingga kini.